Sunday, 13 January 2019

LAPORAN AKHIR FOTO MASJID PARIPURNA DAN VIDIO BANJIR


LAPORAN AKHIR TESTING DAN IMPLEMENTASI
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
FOTO MASJID PARIPURNA DAN VIDIO BANJIR

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Ujian Akhir Semester (UAS)
Mata Kuliah Testing dan Implementasi Sistem

oleh
SATRIA SALAM
11453105048



JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2019
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rencana Anggaran Biaya saat melakukan observasi pada Masjid Paripurna dan lokasi banjir. Objek penelitian ini adalah foto-foto Masjid Paripurna dan vidio pada lokasi banjir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) , diperoleh hasil total anggaran biaya yang dikeluarkan saat melakukan penelitian.

Kata Kunci : Rencana Anggaran Biaya(RAB), Masjid Paripurna, Lokasi Vidio Banjir


            Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan “Testing dan Implementasi Sistem”. Dan pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Testing dan Implementasi Sistem, Bapak Nesdi Evrilyan Rozanda dan teman-teman seperjuangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, dan petunjuk hingga laporan ini dapat disusun dengan baik. “TAK  ADA GADING YANG TAK RETAK”, sebagai sebuah makalah, tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang berkepentingan , guna penyempurnaan laporan ini. Akhirnya,penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk penulis dan pembaca.

Pekanbaru,01Januari 2019

Satria Salam

 



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 
Manajemen proyek merupakan suatu tata cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek dari awal sampai selesainya proyek tersebut. Manajemen proyek dapat diterapkan pada jenis proyek apapun, dan dipakai secara luas untuk dalam menyelesaikan proyek yang besar dan kompleks. Fokus utama manajemen proyek adalah pencapaian semua tujuan akhir proyek dengan segala batasan yang ada, waktu dan dana  yang tersedia. Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengarahan, dan pengaturan sumber daya (manusia, peralatan, bahan baku) untuk mempertemukan bagian teknik, biaya dan waktu suatu proyek (Chase, Aquilano, Jacobs 2001;58).
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari proyek yang dihitung dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.
Masjid paripurna adalah istilah yang dipopulerkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru-Riau dalam upaya mewujudkan visi pembangunannya yakni “ Menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani”. Pada tingkat nasional pemerintah Indonesia RI (Kementrian Agama RI) tidak menggunakan istilah Masjid Paripurna, akan tetapi mempergunakan Masjid percontohan. Hal ini terlihat pada surat keputusan Dirjen bimbingan masyarakat Islam nomor : DJ.II/84/2015, tanggal 27 Februari 2015 tentang pertunjukkan teknis penilaian Masjid Agung percontohan tingkat nasional. Dan surat keputusan Dirjen Binbaga Islam nomor : DJ.III/384/2016 tentang petunjuk teknis penilaian Masjid besar Percontohan tingkat nasional tanggal 2 juni 2016.
Banjir adalah ancaman musiman yang terjadi apabila meluapnya tubuh air dari saluran yang ada dan menggenangi wilayah sekitarnya. Banjir merupakan ancaman alam yang paling sering terjadi dan paling banyak merugikan. Bencana banjir termasuk bencana alam yang pasti terjadi pada setiap datangnya  musim  penghujan, seperti yang terjadi di Kota Pekanbaru. Banjir disebabkan oleh alam atau ulah manusia sendiri. Banjir juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Berdasarkan deskripsi dan latar belakang tersebut penulis mengambil judul penelitian “Laporan Akhir Testing dan Implementasi Sistem Rencana Anggaran Biaya (RAB) Foto Masjid Paripurna dan Vidio Banjir ”. Dimana akan dibahas lebih rinci dalam penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya adalah bagaimana membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya) foto masjid paripurna dan vidio banjir.
1.3 Batasan Masalah 
Penulis membuat batasan masalah yang akan dijadikan pedoman dalam penelitian ini, yaitu:
1.      Penulis membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya).
2.      Masjid Paripurna di Kecamatan Tampan,Senapelan,Sukajadi.
3.      Lokasi Banjir yang sering terjadi di Panam.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan anggaran biaya RAB dari observasi foto masjid dan vidio banjir.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui anggaran biaya yang dikeluarkan saat melaksanakan observasi  foto masjid dan vidio banjir.
2.      Mengetahui lokasi masjid-masjid paripurna di Pekanbaru.
3.      Mengetahui lokasi yang sering terjadi banjir di area Panam.
1.6 Sistematika Penulisan 
Sistematika penulisan dari laporan ini terdiri dari beberapa bagian utama sebagai berikut: 
BAB I . PENDAHULUAN
Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang masalah yang dibahas dalam  laporan ini, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan , manfaat , dan sistematika penulisan laporan. 
BAB II. LANDASAN TEORI
Bab ini berisi penjelasan mengenai teori-teori yang mendukung keterangan/uraian kalimat judul.
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi membahas mengenai hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB). 
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab terakhir akan memuat kesimpulan isi dari keseluruhan uraian bab-bab sebelumnya dan saran-saran dari hasil yang diperoleh.


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Manajemen Proyek
2.1.1  Pengertian
Pengertian Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam tim. Dalam sebuah penerapannya manajemen memiliki subyek dan obyek. Subyek adalah orang yang mengatur sedangkan obyek adalah yang diatur.
Arti Manajemen adalah semua tugas dan fungsi yang terdiri dari penyusunan suatu perusahaan, pembiayaan, pembuatan garis besar kebijakan, penyedia alat sumber daya yang dibutuhkan serta membuat rancangan struktur organisasi untuk pemilihan dan penetapan jabatan-jabatan dalam struktur tersebut menurut Kimball dan Kimball (1951).
Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diadakan dalam selang waktu tertentu dan mempunyai tujuan khusus. Yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolanyapun memerlukan perhatian extra lebih banyak.
Definisi manajemen proyek adalah suatu kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu. 
2.1.2        Ruang lingkup proyek, diantaranya meliputi:
1.      Menentukan waktu dimulai proyek .
2.      Perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
3.      Pendefinisian dari ruang lingkup proyek.
4.      Verifikasi proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi ketika proyek tersebut dimulai.

2.1.3        Faktor Manajemen Proyek
1.      Perencanaan
Untuk mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu perencanaan yang benar-bebar matang. Yaitu dengan meletakkan dasar dari tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan semua program teknis dan menyiapkan administrasi supaya dapat diimplementasikan. Tujuannya yaitu supaya memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya maupun keselamatan kerja. Perencanaan suatu proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area dari manajemen proyek (Seperti: waktu, biaya, mutu, kesehatan, lingkungan,keselamatan kerja, sumber daya, resiko dan sistem informasi).
2.      Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, dan material), durasi dan juga progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek yang mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai macam permasalahannya. Proses monitoring dan juga updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis supaya sesuai dengan tujuan proyek tersebut. Terdapat beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, diantaranya yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning serta waktu dan durasi kegiatannya. Jika terjadi penyimpangan terhadap rencana awal, maka dilakukanlah evaluasi dan tindakan koreksi supaya proyek tetap berada di jalur yang diharapkan.
3.      Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan utamanya yaitu untuk meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek ialah optimasi kinerja biaya, waktu, mutu dan juga keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian ialah berupa pengawasan, pemeriksaan, dan juga koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
2.2          Masjid Paripurna
Masjid Paripurna adalah merupakan salah satu masjid di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru yang dipilih dan ditetapkan sebagai masjid percontohan. Pemerintah Kota Pekanbaru sudah punya komitmen untuk menyediakan anggaran yang cukup memadai untuk masjid tersebut. Selain untuk keperluan fisik bangunan,anggaran juga disediakan untuk keperluan biaya operasional masjid seperti mengangkat para imam defenitif, sehingga para imam tersebut dapat secara kontinyu mengayomi jamaahnya.
Istilah masjid paripurna yang dipopulerkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru-Riau dalam upaya mewujudkan visi pembangunannya yakni “ Menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani”. Pada tingkat nasional pemerintah Indonesia RI (Kementrian Agama RI) tidak menggunakan istilah Masjid Paripurna, akan tetapi mempergunakan Masjid percontohan. Hal ini terlihat pada surat keputusan Dirjen bimbingan masyarakat Islam nomor : DJ.II/84/2015, tanggal 27 Februari 2015 tentang pertunjukkan teknis penilaian Masjid Agung percontohan tingkat nasional. Dan surat keputusan Dirjen Binbaga Islam nomor : DJ.III/384/2016 tentang petunjuk teknis penilaian Masjid besar Percontohan tingkat nasional tanggal 2 juni 2016.
              Masjid Paripurna dalam konsep Pemerintah Kota Pekanbaru adalah tempat ibadah umat islam yang lengkap sesuai dengan standarisasi fungsinya baik dalam bentuk ritual maupun sosial dalam upaya meraih ridha Allah SWT dan secara khusus difungsikan untuk shalat jumat.
2.2.1 Daftar-daftar masjid paripurna :
1.      Masjid Al Jami’ JL Ahmad Yani.

2.      Masjid Al Khasyi’in JL Teratai.


3.      Masjid Al Ukhuwah JL Garuda Sakti. 
 

4.      Masjid Al Washliyah JL Riau.

5.      Masjid Al Falah JL Sukajadi.
6.      Masjid Al Huda JL Perdagangan.
 
 

7.      Masjid Al Huda JL Delima.


8.      Masjid Al Ma’ruf JL Suka Karya.


9.      Masjid Annur Brimob JL Durian.
10.  Masjid Arrahim JL Pepaya.
11.  Masjid Nurul Iman JL Meranti.
12.  Masjid Nurul Iman Khairat JL Nenas.
13.  Masjid Nurul Islam JL Kulim.

2.3          Banjir
Pengertian Banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai.
Sedangkan secara sederhana, banjir didefinisikan sebagai hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Berdasarkan SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, bahwa banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran.
2.3.1 Macam-Macam Banjir
Macam-Macam Banjir - Terdapat berbagai macam banjir yanng disebabkan dari berbagai macam hal antara lain sebagai berikut :
1.      Banjir Air, adalah banjir yang biasa terjadi. Penyebab banjir air adalah meluapnya air di sungai, danau, atau diselokan sehingga air akan naik menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air disebabkan dari hujan terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan tidak dapat menampung air.
2.      Banjir Bandang, adalah banjir yang mengangkut air dan lumpur. Banjir bandang sangat berbahay karena tidak menyelamatkan diri. Banjir bandang dapat menghayutkan apapun, karena itu daya rusaknya sangat tinggi. Banjir tersebut biasanya terjadi di area pegunungan yang tanah pegunungan seolah longsor karena air hujan ikut terbawa air ke daratan yang lebih rendah. Umumnya banjir bandang menghayutkan pohon-pohon atau batu-batuan berukuran besar yang dapat merusak pemukiman warga yang berada di sekitar pegunungan.
3.      Banjir Lumpur, adalah banjir yang mirip banjir bandang tetapi lumpur tersebut keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan. Lumpur tersebut juga mengandung bahan dan gas kimia yang berbahaya.
4.      Banjir Rob (Laut Pasang), adalah banjir yang disebabkan oleh pasang air laut. Banjir rop biasanya melanda kota muara baru di jakarta. Air laut yang pasang umumnya akan menahan air sungai yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.
5.      Banjir Cileunang, adalah banjir yang miri dengan banjir air namun banjir cileunang disebabkan dari hujan yang sangat deras dengan debit air yang sangat banyak. Terjadinya banjir cileunang sangat cepat karena hujan yang sangat deras sehingga dalam waktu yang cepat, banjir cileunang akan tiba-tiba terjadi. 
2.3.2        Penyeb Terjadinya Banjir
Penyebab Terjadinya Banjir - Banjir dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain sebagai berikut... 
1.      Penyumbatan aliran sungai ataupun sekolah sering membuang sampah di sungai
Masyarakat beranggapan dengan tingkah lakunya karena jika sampah dibakar, maka akan menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap. Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Penyumbayatan yang terjadi karena sedimentasi atau pengendapan area hilir sungai yang dapat mengurang kemampuan sungai dalam menampung air.
2.      Curah hujan yang tinggi 
Curah hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai tidak dapat menampung volume air yang dapat melampau kapasitas.
3.      Pendirian rumah di sepanjang sungai
Masyarakat yang mendirikan rumah di pinggir sungai biasanya mengurangi lebar sungai. Dengan berkurangnya lebar sungai dapat menyebabkan sirkulasi air tidak optimal. 
4.      Penggundulan hutan 
Sikap manusia yang berfikir singkat tanpa berfikir kedepannya sebelum bertindak, menyebabkan manusia bertindak sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan tersebut berupa penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih. Akibatnya tidak ada pohon untuk menyerap air sehingga air mengalir tanpa terkendali.
5.      Sedikitnya daerah serap 
Di zaman modern, daerah resapan cenderung ditemukan. Khususnya di daerah perkotaan yang pada dasarnya sangat rentan terhadap banjir, mengingat kondisi kota yang berada di dataran rendah. Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal ataupun pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah.
2.3.3        Dampak Yang Ditimbulkan Adanya Banjir
1.      Menimbulkan korban jiwa 
Hal ini disebabkan dari arus air yang terlalu deras sehingga banyak penduduk yang hanyut terbawa arus.
2.      Rusaknya areal pertanian 
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah yang merugikan bagi para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu. 
3.      Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, jika dinding tidak mampu menahan kandungtan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol. 
4.      Hilangnya harta benda
Banjir dengan aliran yang berskala besar dapat menyeret apapun baik itu meja, pakaian, kursi, kasur, mobil, motor dan lain-lain.
5.      Sebagai bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan adanya banjir adalah gatal-gatal, Demam berdarah, dan banjir membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.
2.3.4        Cara Menanggulangi Banjir
Cara Menanggulangi Banjir -  Untuk menanggulangi terjadinya banjir, maka dibutuhkan cara penanggulangan antara lain sebagai berikut :
1.      Pengoptimalan sungai ataupun selokan.
2.      Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai.
3.      Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi.
4.      Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana.
2.3.5        Lokasi banjir yang sering terjadi di daerah panam yaitu :
1.      JL Garuda Sakti km 1
2.      JL Garuda Sakti km 2
3.      JL Soekarno-Hatta Marpoyan Perumahan Sidomulyo


2.4          Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari proyek yang dihitung dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Anggaran Biaya

No
Keterangan
Keperluan
Hari Pertama
Hari Kedua
Hari Ketiga
Jumlah
1
Transportasi
Bensin
20.000
20.000
20.000
60.000
2
Konsumsi
Makan
24.000
20.000
24.000
48.000
3
Lain-lainya
Cemilan dan Rokok
30.000
30.000
30.000
90.000
4
Administrasi
Print
-
-
40.000
4.000

Total




202.000

3.2  Uraian Biaya
Anggaran biaya :
1.      Transportasi menggunakan sepeda motor
Bensin :
( hari pertama+ hari kedua+hari ketiga)
(20.000+20.000+20.000) = 60.000
Total Rp 60.000,-
2.      Konsumsi makan nasi
Untuk anggota 2 orang :
( hari pertama+ hari kedua+hari ketiga)
(24.000+20.000+24.000) = 48.000
Total Rp 48.000,-
3.      Lain-lainya seperti cemilan,minuman dan rokok
( hari pertama+ hari kedua+hari ketiga)
(30.000+30.000+30.000) = 90.000
Total Rp 90.000,-
4.      Administrasi
Print Laporan
Total Rp 4.000,-

Total anggaran biaya yang dikeluarkan
Rp 202.000,-



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1              Kesimpulan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari proyek yang dihitung dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.
Total Anggaran Biaya yang dikeluarkan saat melakukan tugas foto masjid paripurna dan vidio banjir berjumlah Rp 202.000,-
Masjid paripurna adalah merupakan salah satu masjid di setiap kecamatan di kota pekanbaru yang dipilih dan ditetapkan sebagai masjid percontohan. Pemerintah kota pekanbaru sudah punya komitmen untuk menyediakan anggaran yang cukup memadai untuk masjid tersebut. Selain untuk keperluan fisik bangunan,anggaran juga disediakan untuk keperluan biaya operasional masjid seperti mengangkat para imam defenitif, sehingga para imam tersebut dapat secara kontinyu mengayomi jamaahnya.
Daftar-daftar Masjid Paripurna :
1.    Masjid Al Jami’ JL Ahmad Yani.
2.    Masjid Al Khasyi’in JL Teratai.
3.    Masjid Al Ukhuwah JL Garuda Sakti.
4.    Masjid Al Washliyah JL Riau.
5.    Masjid Al Falah JL Sukajadi.
6.    Masjid Al Huda JL Perdagangan.
7.    Masjid Al Huda JL Delima.
8.    Masjid Al Ma’ruf JL Suka Karya.
9.    Masjid Annur Brimob JL Durian.
10.  Masjid Arrahim JL Pepaya.
11.  Masjid Nurul Iman JL Meranti.
12.  Masjid Nurul Iman Khairat JL Nenas.
13.  Masjid Nurul Islam JL Kulim.
Banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Sedangkan secara sederhana, banjir didefinisikan sebagai hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
Lokasi banjir yang sering terjadi di daerah panam yaitu :
1.      JL Garuda Sakti km 1.
2.      JL Garuda Sakti km 2.
3.      JL Soekarno-Hatta Marpoyan Perumahan Sidomulyo.

4.2   Saran
Diharapkan pada penelitian selanjutnya observasi ini bisa diperluas di keseluruhan Kota Pekanbaru, karna pada penelitian ini masih terdapat kekurangan dalam mengobservasi wilayah titik lokasi banjir dan lokasi masjid paripurna masih tergolong sedikit dan belum mancakup semua wilayah Kota Pekanbaru.












No comments:

Post a Comment

Entri yang di Unggulkan

Manfaat mangga

Manfaat Buah Mangga bagi Kesehatan Berikut ini beberapa manfaat mangga yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan Anda. ...