LAPORAN
AKHIR TESTING DAN IMPLEMENTASI
RENCANA
ANGGARAN BIAYA (RAB)
FOTO
MASJID PARIPURNA DAN VIDIO BANJIR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Ujian Akhir Semester (UAS)
Mata Kuliah Testing dan
Implementasi Sistem
oleh
SATRIA SALAM
11453105048
JURUSAN
SISTEM INFORMASI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2019
ABSTRAK
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Rencana Anggaran Biaya saat melakukan observasi
pada Masjid Paripurna dan lokasi banjir. Objek penelitian ini adalah foto-foto
Masjid Paripurna dan vidio pada lokasi banjir. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh dari
Rencana Anggaran Biaya (RAB) , diperoleh hasil total anggaran biaya yang
dikeluarkan saat melakukan penelitian.
Kata Kunci :
Rencana Anggaran Biaya(RAB), Masjid
Paripurna, Lokasi Vidio Banjir
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan “Testing dan Implementasi Sistem”.
Dan pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen mata
kuliah Testing dan Implementasi Sistem, Bapak Nesdi Evrilyan Rozanda dan
teman-teman seperjuangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, dan
petunjuk hingga laporan ini dapat disusun dengan baik. “TAK ADA GADING YANG TAK RETAK”, sebagai sebuah
makalah, tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang berkepentingan , guna
penyempurnaan laporan ini. Akhirnya,penulis berharap semoga laporan ini dapat
bermanfaat untuk penulis dan pembaca.
Pekanbaru,01Januari 2019
Satria Salam
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manajemen
proyek merupakan suatu tata cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan
yang penting untuk menyelesaikan proyek dari awal sampai selesainya proyek
tersebut. Manajemen proyek dapat diterapkan pada jenis proyek apapun, dan
dipakai secara luas untuk dalam menyelesaikan proyek yang besar dan kompleks.
Fokus utama manajemen proyek adalah pencapaian semua tujuan akhir proyek dengan
segala batasan yang ada, waktu dan dana
yang tersedia. Manajemen
proyek dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengarahan, dan pengaturan
sumber daya (manusia, peralatan, bahan baku) untuk mempertemukan bagian teknik,
biaya dan waktu suatu proyek (Chase, Aquilano, Jacobs 2001;58).
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan
banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain
yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan
harga dari proyek yang dihitung dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.
Masjid paripurna adalah istilah yang
dipopulerkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru-Riau dalam upaya mewujudkan visi
pembangunannya yakni “ Menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang
Madani”. Pada tingkat nasional pemerintah Indonesia RI (Kementrian Agama RI)
tidak menggunakan istilah Masjid Paripurna, akan tetapi mempergunakan Masjid
percontohan. Hal ini terlihat pada surat keputusan Dirjen bimbingan masyarakat
Islam nomor : DJ.II/84/2015, tanggal 27 Februari 2015 tentang pertunjukkan
teknis penilaian Masjid Agung percontohan tingkat nasional. Dan surat keputusan
Dirjen Binbaga Islam nomor : DJ.III/384/2016 tentang petunjuk teknis penilaian
Masjid besar Percontohan tingkat nasional tanggal 2 juni 2016.
Banjir
adalah ancaman musiman yang terjadi apabila meluapnya tubuh air dari saluran
yang ada dan menggenangi wilayah sekitarnya. Banjir merupakan ancaman alam yang
paling sering terjadi dan paling banyak merugikan. Bencana banjir termasuk
bencana alam yang pasti terjadi pada setiap datangnya musim
penghujan, seperti yang terjadi di Kota Pekanbaru. Banjir disebabkan
oleh alam atau ulah manusia sendiri. Banjir juga bisa disebabkan oleh beberapa
faktor yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Berdasarkan
deskripsi dan latar belakang tersebut penulis mengambil judul penelitian “Laporan Akhir Testing dan Implementasi
Sistem Rencana Anggaran Biaya (RAB) Foto Masjid Paripurna dan Vidio Banjir ”.
Dimana akan dibahas lebih rinci dalam penelitian ini.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas maka rumusan masalahnya adalah bagaimana membuat RAB (Rencana
Anggaran Biaya) foto masjid paripurna dan vidio banjir.
1.3
Batasan Masalah
Penulis
membuat batasan masalah yang akan dijadikan pedoman dalam penelitian ini,
yaitu:
1. Penulis
membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya).
2. Masjid
Paripurna di Kecamatan Tampan,Senapelan,Sukajadi.
3. Lokasi
Banjir yang sering terjadi di Panam.
1.4
Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan anggaran biaya RAB dari observasi
foto masjid dan vidio banjir.
1.5
Manfaat Penelitian
Manfaat
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
anggaran biaya yang dikeluarkan saat melaksanakan observasi foto masjid dan vidio banjir.
2. Mengetahui
lokasi masjid-masjid paripurna di Pekanbaru.
3. Mengetahui
lokasi yang sering terjadi banjir di area Panam.
1.6
Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan dari laporan ini terdiri dari beberapa bagian utama sebagai
berikut:
BAB I . PENDAHULUAN
Bab
ini akan menjelaskan mengenai latar belakang masalah yang dibahas dalam laporan ini, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan , manfaat , dan sistematika penulisan laporan.
BAB II. LANDASAN TEORI
Bab
ini berisi penjelasan mengenai teori-teori yang mendukung keterangan/uraian
kalimat judul.
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab
ini berisi membahas mengenai hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB).
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab
terakhir akan memuat kesimpulan isi dari keseluruhan uraian bab-bab sebelumnya
dan saran-saran dari hasil yang diperoleh.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Manajemen Proyek
2.1.1 Pengertian
Pengertian Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan
untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam tim.
Dalam sebuah penerapannya manajemen memiliki subyek dan obyek. Subyek adalah
orang yang mengatur sedangkan obyek adalah yang diatur.
Arti
Manajemen adalah semua tugas dan fungsi yang terdiri dari penyusunan suatu
perusahaan, pembiayaan, pembuatan garis besar kebijakan, penyedia alat sumber
daya yang dibutuhkan serta membuat rancangan struktur organisasi untuk
pemilihan dan penetapan jabatan-jabatan dalam struktur
tersebut menurut Kimball dan Kimball
(1951).
Proyek adalah suatu
rangkaian pekerjaan yang diadakan dalam selang waktu tertentu dan mempunyai
tujuan khusus. Yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya
yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolanyapun
memerlukan perhatian extra lebih banyak.
Definisi manajemen proyek adalah suatu kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya
organisasi perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan
sumber daya tertentu.
2.1.2
Ruang lingkup
proyek, diantaranya meliputi:
1.
Menentukan waktu
dimulai proyek .
2.
Perencanaan
lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
3.
Pendefinisian
dari ruang lingkup proyek.
4.
Verifikasi
proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi ketika proyek
tersebut dimulai.
2.1.3
Faktor Manajemen
Proyek
1.
Perencanaan
Untuk
mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu perencanaan yang
benar-bebar matang. Yaitu dengan meletakkan dasar dari tujuan dan sasaran dari
suatu proyek sekaligus menyiapkan semua program teknis dan menyiapkan administrasi
supaya dapat diimplementasikan. Tujuannya yaitu supaya memenuhi persyaratan
spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya maupun keselamatan
kerja. Perencanaan suatu proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa
nilai, perencanaan area dari manajemen proyek (Seperti: waktu, biaya, mutu,
kesehatan, lingkungan,keselamatan kerja, sumber daya, resiko dan sistem
informasi).
2.
Penjadwalan
Merupakan
implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai jadwal
rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja,
peralatan, dan material), durasi dan juga progres waktu untuk menyelesaikan
proyek. Penjadwalan proyek yang mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai
macam permasalahannya. Proses monitoring dan juga updating selalu dilakukan
untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis supaya sesuai dengan tujuan proyek
tersebut. Terdapat beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek,
diantaranya yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram
Vektor), Network Planning serta waktu dan durasi kegiatannya. Jika terjadi
penyimpangan terhadap rencana awal, maka dilakukanlah evaluasi dan tindakan
koreksi supaya proyek tetap berada di jalur yang diharapkan.
3.
Pengendalian
Proyek
Pengendalian
mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan utamanya yaitu untuk
meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya
proyek. Tujuan dari pengendalian proyek ialah optimasi kinerja biaya, waktu,
mutu dan juga keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian ialah berupa
pengawasan, pemeriksaan, dan juga koreksi yang dilakukan selama proses
implementasi.
2.2
Masjid Paripurna
Masjid Paripurna adalah merupakan salah satu masjid di
setiap kecamatan di Kota Pekanbaru yang dipilih dan ditetapkan sebagai masjid
percontohan. Pemerintah Kota Pekanbaru sudah punya komitmen untuk menyediakan
anggaran yang cukup memadai untuk masjid tersebut. Selain untuk keperluan fisik
bangunan,anggaran juga disediakan untuk keperluan biaya operasional masjid
seperti mengangkat para imam defenitif, sehingga para imam tersebut dapat
secara kontinyu mengayomi jamaahnya.
Istilah masjid
paripurna yang dipopulerkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru-Riau dalam upaya
mewujudkan visi pembangunannya yakni “ Menjadikan Pekanbaru sebagai Kota
Metropolitan yang Madani”. Pada tingkat nasional pemerintah Indonesia RI
(Kementrian Agama RI) tidak menggunakan istilah Masjid Paripurna, akan tetapi
mempergunakan Masjid percontohan. Hal ini terlihat pada surat keputusan Dirjen
bimbingan masyarakat Islam nomor : DJ.II/84/2015, tanggal 27 Februari 2015
tentang pertunjukkan teknis penilaian Masjid Agung percontohan tingkat
nasional. Dan surat keputusan Dirjen Binbaga Islam nomor : DJ.III/384/2016
tentang petunjuk teknis penilaian Masjid besar Percontohan tingkat nasional
tanggal 2 juni 2016.
Masjid Paripurna
dalam konsep Pemerintah Kota Pekanbaru adalah tempat ibadah umat islam yang
lengkap sesuai dengan standarisasi fungsinya baik dalam bentuk ritual maupun
sosial dalam upaya meraih ridha Allah SWT dan secara khusus difungsikan untuk
shalat jumat.
2.2.1 Daftar-daftar masjid paripurna :
1.
Masjid Al
Jami’ JL Ahmad Yani.
2.
Masjid Al
Khasyi’in JL Teratai.
3.
Masjid Al
Ukhuwah JL Garuda Sakti.
4.
Masjid Al
Washliyah JL Riau.
5.
Masjid Al
Falah JL Sukajadi.
6.
Masjid Al
Huda JL Perdagangan.
7.
Masjid Al
Huda JL Delima.
8.
Masjid Al
Ma’ruf JL Suka Karya.
9.
Masjid
Annur Brimob JL Durian.
10. Masjid Arrahim JL Pepaya.
11. Masjid Nurul Iman JL Meranti.
12. Masjid Nurul Iman Khairat JL Nenas.
13. Masjid Nurul Islam JL Kulim.
2.3
Banjir
Pengertian
Banjir adalah
fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai.
Sedangkan secara
sederhana, banjir didefinisikan sebagai
hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan
tersebut. Berdasarkan SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, bahwa
banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur
sungai atau saluran.
2.3.1 Macam-Macam Banjir
Macam-Macam
Banjir - Terdapat berbagai macam banjir yanng disebabkan dari
berbagai macam hal antara lain sebagai berikut :
1. Banjir Air, adalah banjir yang biasa
terjadi. Penyebab banjir air adalah meluapnya air di sungai, danau, atau
diselokan sehingga air akan naik menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air
disebabkan dari hujan terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan
tidak dapat menampung air.
2. Banjir Bandang, adalah banjir
yang mengangkut air dan lumpur. Banjir bandang sangat berbahay karena tidak
menyelamatkan diri. Banjir bandang dapat menghayutkan apapun, karena itu daya
rusaknya sangat tinggi. Banjir tersebut biasanya terjadi di area pegunungan
yang tanah pegunungan seolah longsor karena air hujan ikut terbawa air ke
daratan yang lebih rendah. Umumnya banjir bandang menghayutkan pohon-pohon atau
batu-batuan berukuran besar yang dapat merusak pemukiman warga yang berada di
sekitar pegunungan.
3. Banjir Lumpur, adalah banjir yang mirip banjir bandang
tetapi lumpur tersebut keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan. Lumpur
tersebut juga mengandung bahan dan gas kimia yang berbahaya.
4. Banjir Rob (Laut Pasang), adalah
banjir yang disebabkan oleh pasang air laut. Banjir rop biasanya melanda kota
muara baru di jakarta. Air laut yang pasang umumnya akan menahan air sungai
yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.
5. Banjir Cileunang, adalah
banjir yang miri dengan banjir air namun banjir cileunang disebabkan dari hujan
yang sangat deras dengan debit air yang sangat banyak. Terjadinya banjir
cileunang sangat cepat karena hujan yang sangat deras sehingga dalam waktu yang
cepat, banjir cileunang akan tiba-tiba terjadi.
2.3.2
Penyeb Terjadinya Banjir
Penyebab
Terjadinya Banjir - Banjir dapat terjadi karena beberapa
faktor antara lain sebagai berikut...
1. Penyumbatan aliran sungai ataupun sekolah sering
membuang sampah di sungai.
Masyarakat
beranggapan dengan tingkah lakunya karena jika sampah dibakar, maka akan
menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap. Sehingga masyarakat mengambil
jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Penyumbayatan yang terjadi
karena sedimentasi atau pengendapan area hilir sungai yang dapat mengurang
kemampuan sungai dalam menampung air.
2. Curah hujan yang tinggi
Curah
hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai tidak dapat menampung volume
air yang dapat melampau kapasitas.
3. Pendirian rumah di sepanjang sungai
Masyarakat
yang mendirikan rumah di pinggir sungai biasanya mengurangi lebar sungai.
Dengan berkurangnya lebar sungai dapat menyebabkan sirkulasi air tidak
optimal.
4. Penggundulan
hutan
Sikap
manusia yang berfikir singkat tanpa berfikir kedepannya sebelum bertindak,
menyebabkan manusia bertindak sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan
tersebut berupa penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih.
Akibatnya tidak ada pohon untuk menyerap air sehingga air mengalir tanpa
terkendali.
5. Sedikitnya
daerah serap
Di
zaman modern, daerah resapan cenderung ditemukan. Khususnya di daerah perkotaan
yang pada dasarnya sangat rentan terhadap banjir, mengingat kondisi kota yang
berada di dataran rendah. Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal
ataupun pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah.
2.3.3
Dampak
Yang Ditimbulkan Adanya Banjir
1. Menimbulkan
korban jiwa
Hal
ini disebabkan dari arus air yang terlalu deras sehingga banyak penduduk yang
hanyut terbawa arus.
2. Rusaknya
areal pertanian
Banjir
mampu menenggelamkan areal sawah yang merugikan bagi para petani dan kondisi
perekonomian negara menjadi terganggu.
3. Rusaknya
sarana dan prasarana
Air
yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, jika dinding tidak
mampu menahan kandungtan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya
jebol.
4. Hilangnya
harta benda
Banjir
dengan aliran yang berskala besar dapat menyeret apapun baik itu meja, pakaian,
kursi, kasur, mobil, motor dan lain-lain.
5. Sebagai
bibit penyakit
Penyakit
yang dapat ditimbulkan adanya banjir adalah gatal-gatal, Demam berdarah, dan
banjir membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.
2.3.4
Cara
Menanggulangi Banjir
Cara Menanggulangi Banjir - Untuk
menanggulangi terjadinya banjir, maka dibutuhkan cara penanggulangan antara
lain sebagai berikut :
1.
Pengoptimalan
sungai ataupun selokan.
2.
Larangan
pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai.
3.
Melaksanakan program
tebang pilih dan reboisasi.
4.
Mempergunakan
alat pendeteksi banjir sederhana.
2.3.5
Lokasi banjir yang
sering terjadi di daerah panam yaitu :
1. JL Garuda Sakti km 1
2. JL Garuda Sakti km 2
3. JL Soekarno-Hatta Marpoyan Perumahan Sidomulyo
2.4
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Rencana
Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk
bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan
proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga dari proyek yang dihitung
dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Anggaran
Biaya
|
No
|
Keterangan
|
Keperluan
|
Hari Pertama
|
Hari Kedua
|
Hari Ketiga
|
Jumlah
|
|
1
|
Transportasi
|
Bensin
|
20.000
|
20.000
|
20.000
|
60.000
|
|
2
|
Konsumsi
|
Makan
|
24.000
|
20.000
|
24.000
|
48.000
|
|
3
|
Lain-lainya
|
Cemilan dan Rokok
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
90.000
|
|
4
|
Administrasi
|
Print
|
-
|
-
|
40.000
|
4.000
|
|
|
Total
|
|
|
|
|
202.000
|
3.2 Uraian
Biaya
Anggaran biaya :
1.
Transportasi
menggunakan sepeda motor
Bensin :
( hari pertama+
hari kedua+hari ketiga)
(20.000+20.000+20.000)
= 60.000
Total Rp 60.000,-
2.
Konsumsi makan
nasi
Untuk anggota 2
orang :
( hari pertama+
hari kedua+hari ketiga)
(24.000+20.000+24.000)
= 48.000
Total Rp 48.000,-
3.
Lain-lainya
seperti cemilan,minuman dan rokok
( hari pertama+
hari kedua+hari ketiga)
(30.000+30.000+30.000)
= 90.000
Total Rp 90.000,-
4.
Administrasi
Print Laporan
Total Rp 4.000,-
Total anggaran biaya yang dikeluarkan
Rp 202.000,-
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan
banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain
yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan
harga dari proyek yang dihitung dengan teliti,cermat dan memenuhi syarat.
Total Anggaran Biaya yang dikeluarkan saat
melakukan tugas foto masjid paripurna dan vidio banjir berjumlah Rp 202.000,-
Masjid
paripurna adalah merupakan salah satu masjid di setiap kecamatan di kota
pekanbaru yang dipilih dan ditetapkan sebagai masjid percontohan. Pemerintah
kota pekanbaru sudah punya komitmen untuk menyediakan anggaran yang cukup
memadai untuk masjid tersebut. Selain untuk keperluan fisik bangunan,anggaran
juga disediakan untuk keperluan biaya operasional masjid seperti mengangkat
para imam defenitif, sehingga para imam tersebut dapat secara kontinyu
mengayomi jamaahnya.
Daftar-daftar Masjid Paripurna :
1.
Masjid Al
Jami’ JL Ahmad Yani.
2.
Masjid Al
Khasyi’in JL Teratai.
3.
Masjid Al
Ukhuwah JL Garuda Sakti.
4.
Masjid Al
Washliyah JL Riau.
5.
Masjid Al
Falah JL Sukajadi.
6.
Masjid Al
Huda JL Perdagangan.
7.
Masjid Al
Huda JL Delima.
8.
Masjid Al
Ma’ruf JL Suka Karya.
9.
Masjid
Annur Brimob JL Durian.
10. Masjid Arrahim JL Pepaya.
11. Masjid Nurul Iman JL Meranti.
12. Masjid Nurul Iman Khairat JL Nenas.
13. Masjid Nurul Islam JL Kulim.
Banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang
banyak dialiri oleh aliran sungai. Sedangkan secara sederhana, banjir didefinisikan
sebagai hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi
kawasan tersebut.
Lokasi banjir yang sering terjadi di daerah panam yaitu :
1. JL Garuda Sakti km 1.
2. JL Garuda Sakti km 2.
3. JL Soekarno-Hatta Marpoyan Perumahan Sidomulyo.
4.2 Saran
Diharapkan pada penelitian selanjutnya observasi ini
bisa diperluas di keseluruhan Kota Pekanbaru, karna pada penelitian ini masih
terdapat kekurangan dalam mengobservasi wilayah titik lokasi banjir dan lokasi
masjid paripurna masih tergolong sedikit dan belum mancakup semua wilayah Kota
Pekanbaru.







No comments:
Post a Comment