Monday, 21 January 2019

BAB 3 DAN 4 PROPOSAL AKPER Pada Lansia Dengan Hipertensi Di RS Reksodiwiryo Padang Tahun 2018

Asuhan Keperawatan Pada Lansia Dengan Hipertensi
 Di RS Reksodiwiryo Padang Tahun 2018




Oleh : 
NURHAYATI
NIM : 17112119





PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
TAHUN 2018



PERSETUJUAN PROPOSAL STUDI KASUS


Studi Kasus ini telah disetujui
Tanggal     Mei 2018
Program Studi D III Keperawatan
STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Padang,     Mei 2018
Ketua Prodi DIII Keperawatan 

Ns. Nova Fridalni. Kep, M. Biomed
NIDN.1010117203 Pembimbing 


Aida Minropa, SKM, M.Kes
NIDN : 1004077401

                                                                                                        
KATA PENGANTAR
          Puji syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya sehigga penulis dapat menyelesaikan Studi Kasus yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. A Dengan Hipertensi di Ruangan IV Kenari RS Reksodiwiryo Padang” dengan baik. Shalawat dan salam penulis mohonkan kepada Allah SWT semoga disampai kan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan contoh teladan bagi manusia untuk keselamatan di dunia dan di akhirat. Dalam penulisan Studi Kasus ini penulis banyak mengalami kesulitan dan hambatan, namun berkat bimbingan dan dorongan berbagai pihak akhirnya penulis dapat  menyelesaikan dengan baik.
         Studi Kasus ini tersusun berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada :
1. Ibu Aida Minropa, SKM, M.Kes selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan arahan serta masukan untuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Studi Kasus ini.
2. Ibu Ns. Nova Fridalni, S.Kep, M. Biomed selaku ketua program studi DIII  keperawatan STIKes MERCUBAKTIJAYAN Padang.
3. Ibu Hj. Elmiyasna K, SKp, MM selaku Ketua STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang.
4. Bapak Jasmarizal SKp, MARS selaku Ketua Yayasan STIKes MERCUBAKTIJAYA.
                                                  iii
1. Kepala Rumah Sakit Reksodiwiryo/Rs.Tentara Ganting Padang yang telah memberikan kesempatan pada penulis melakukan penelitian.
2. Staf dosen dan administrasi STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang yang membantu dalam kelancaran Studi Kasus ini. 
3. Serta kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Studi Kasus ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Mudah-mudahan semua bimbingan, petunjuk dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis dapat di terima sebagai amal baik dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Dalam penulisan Studi Kasus ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan mencurahkan segenap kemampuan, waktu, dan tenaga untuk menyelesaikannya.
Penulis menyadari Studi Kasus ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini di sebabkan oleh keterbatasan kemampuan dan pengalaman penulis.
Untuk itu di harapkan adanya saran dan kritikan yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan Studi Kasus ini. Akhirnya penulis berharap Studi Kasus ini dapat berguna dan bermafaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis sendiri.

                                                                                      Padang,   Agustus  2018

                                                                                      Penulis


DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM i
PERSETUJUAN PROPOSAL ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR LAMPIRAN ix

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 3
Tujuan Studi Kasus 4
1. Tujuan Umum 4
2. Tujuan Kusus 4
Manfaat Penulisan 5

BAB II TINJAUAN TEORITIS 
Konsep Lansia
Pengertian Lansia 6
Proses menua
Penurunan Fisik Lansia 7
Aktifitas pada Lansiai 7
Gizi Lansia 8
Konsep Hipertensi
Pengkajian 9
Anatomi Fisiologi......................................................................    10
Etiologi Hipertensi....................................................................     17
Patofiologi .... 18
                                     v
WOC Hipertensi pada Lansia...................................................      20
Manifestasi Klinis 21
Klasifikasi 21
Komplikasi.................................................................................    23
Penatalaksanaan.........................................................................    24
Pengkajian Khusus Lansia.........................................................    25
Pemeriksaan Penunjang.............................................................    29
            C.  Asuhan Keperawatan Teoritis
1. Pengkajian..................................................................................    30
2. Penilaian Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.............   36
3. Penilaian status kognitif dan fungsi mental (SPMSQ)..............    37
4. Implementasi Keperawatan........................................................   39
5. Evaluasi Keperawatan................................................................   39

BAB III TINJAUAN KASUS
1. Pengkajian……………………………………………………. 49
2. Diagnosa Keperawatan………………………………............. 61
3. Daftar Diagnosa Keperawatan................................................... 64
4. Intervensi Keperawatan……………………………………… 65
5. Implementasi Keperawatan Dan Evaluasi Keperawatan……. 70
BAB IV PEMBAHASAN
1. Pengkajian…………………………………………………… 81
2. Diagnosa Keperawatan……………………………………… 85
3. Intervensi Keperawatan…………………………………….. 87
4. Implementasi Keperawatan …………………………………. 88
5. Evaluasi Keperawatan……………………………………….. 89
BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan………………………………………………….. 91
2. Saran……………………………………………………........…    93  
DAFTAR PUSTAKA
     vi DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Anatomi Jantung ..........................................................................     9



DAFTAR TABEL


Tabel 1 : Pengkajian khusus Lansia....................................................................   22
Tabel 2 : Penilaian SPMSQ ................................................................................  24
Tabel 3 : Investasi Depresdi Beek ......................................................................  25



BAB III
TINJAUAN KASUS

Pengkajian
Tanggalpengkajian : 02 Juli 2018
Ruangan : 04 Kenari RS Reksodiwiryopadang
Identitas klien 
Nama : Tn. A
Umur : 62 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku bangsa : Indonesia
Agama : Kristen
Pendidikan : SD
TanggalMasuk : 02 Juli 2018
Alamat :TanjungBasung II, BatangAnai
Sumberinformasi : Dari klien
Alasanmasuk
Klienmengatakanmasukkarenaklienseringmerasakanpusingkakukudukdannyeripadapersendian.
Riwayat Kesehatan 
Riwayatkesehatan dahulu
Klienmengatakandahulunyatidak adapenyakit yang di derita, hanyasajaklien suka mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, bersantan, merokok, dan banyak mengkonsumsi garam.
Riwayat Kesehatan Sekarang
Klienmasuk RST rujukandariPuskesmasBatangAnaipadatanggal 02 Juli 2018 dengankeluhanjantungnyaterasaberdebar-debar sejaksatuminggu yang lalu, klienmengatakanseringberkeringatdingin, kakinyasakitsetelahberaktivitasdankepalabelakangnyaterasasakit.
Klienmengatakanmudahmerasalelah, nafasterasasesakdantidakbisatidurdengannyenyak.Klienjugamengatakanbadannyaterasalemah, apabilaberjalanklienmerasakansakitpadakakinya.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Klienmengatakanadakeluarga yang mengalamipenyakit yang samasepertiklien, yaitu orang tualaki-lakidankakaklaki-lakidariklien.
Pemeriksaan Fisik
Data klinik :
Kesadaran : ComposmenthisCooperatif
Tinggi badan : 153 cm
BeratBadan   : 57 kg
Tanda-tanda vital :
Temperataur : 37°C
Nadi : 98 x/i
Tekanan darah : 170/90 mmHg
Pernafasan : 32 x permenit
Pemeriksaan head to toe
Kepala
Bentuk kepala klien tampak simetris kiri dan kanan, tidak oedema, kulitkepalaklienbersih..
Rambut
Rambut klien beruban, terlihatpendek, dankulitkepalabersihtidakberketombe.
Wajah
Wajah klien tidak oedem, tampak keriput, dan pipimulai turun/kendor.Wajahklientampakmeringis.
Mata
Mata kliensimetriskiridankanan, matatampak berair, dan penglihatan klienkabur,mambacadanmenulissudahtidaknampaklagi.Sklera tidak ikterik dan konjungtiva tidak anemis.
Hidung
Hidungkliensimetriskiridankanan, tidakada secret, danpenciumanklienmasihbaik.Klienpasang oxygen 4 liter permenit.
Bibir
Bibirtidakadaperlukaan, warnabibirklienmerahmudakehitaman, mukosabibirklienlembab.
Gigi
Molar, danterdapat caries dentis.
Lidah
Lidahklienterlihatbersih, warnalidahklienmerahmuda.
Telinga
Daun telinga simetris kiri dan kanan, liang telinga terlihat bersih, fungsi pendegaran masih baik karena bisa menjawab pertanyaan dengan baik.
Leher
Tidak terdapat pembengkakan kelenjer tiroid dan vena jugularis
Dada/ thorak
Inspeksi
Pergerakan dadasesak dan cepat.Dada simetris kiri dan kanan.
Palpasi
Fremitus tidak teratur
Perkusi
Terdapat suara pekak
Auskultasi
Terdengar suara nafas bronchial.
Jantung
Inspeksi : ictus cordistidakterlihat, pergerakan cepat dan tidak teratur.
Palpasi : ictus cordisteraba dan terpisah.
Perkusi : Pekak.
Auskultasi :bunyi jantung tidak beraturan atau berirama, ada bunyi gallop disertai snap.
Perut / abdomen
Inspeksi
Peruttidak ascites danmembuncit.Tidakterdapatbenjolanatauadamasa.
Auskultasi
Bisingusus 10 kali permenit
Palpasi
Hepartidakteraba, lien tidakteraba.
Perkusi
tympani.
Genitaurinaria
Genitaurinaria  klienbersihdanklientidakmenggunakanpempers.                                                   
Ekstremitas
Simetriskiridankanan, akralhangat, dankekuatanotot baik.Ekstremitasataskiriterpasanginfus RL 20 tts/i, padaekstremitasbawahkiridankananterdapatpembengkakan akibat berjalanatauberdiri terlalu lama.
Sistem integumen
Warnakulitkliensawomatang, turgor kulitbaikdantidakadaperlukaan.
Sistem Neurologi 
Daya ingat Tn.Amasihbagus, belumlupadenganingatanjangkapendekdanpanjang.
Aktivitas sehari-hari
Indeks Katz/IndeksBartel


Pola makan 
Sehat :klienmakan 3 x sehari, seringmengonsumsimakanan yang bersantan, kliemmakannasiputih, laukpauk, sayuran, buah-buahandankadangdiselingidenganmakanan yang berlemak
Sakit :klienmakan 2 x seharidengan diet rendahgaram, lemaksertakolesterol.Makanhabis 2/3 porsi.

Pola minum
Sehat :klienminum 4 gelassehari (1500 cc per hari)
Sakit  :klienminum 3 gelassehari (1000 cc perhari)
Pola eliminasi 
Defekasi 
Sehat :frekuensi BAB klien 1-2 kali sehari, baukhas, warnakuningkecoklatandantidakadakeluhan.
Sakit  :frekuensi BAB klien 1 x sehari, baukhas, warnakuningkecoklatan, konsistensipadadantidakadakeluhan.
Miksi
Sehat :frekuensi BAK klienlancar, 4-5 kali sehari ± 150 cc dantidakadakeluhan.
Sakit  :frekuensi BAK lancar, 3-4 kali sehari ± 100 cc danm tidakadakeluhan.
Istirahat dan tidur
Sehat :klientidur 8 jam sehari, tidurdengannyenyak
Sakit  :klientidur 7 jam sehari, tidurtidaknyenyak.
Psikologis
Klienhanyaberharappenyakitnyacepatsembuh, dantidakmenganggusetiapmelakukanaktivitas.
Dukungan sosial
Klienmendapatkandukunganpenuhdarikeluargadanperawat-perawat yang ada di RS.
Spiritual
Penyakittidakjadihalanganuntukpasientetapmelaksanakanibadahsesuaidenganagamanya.
Status Kognitif/Afektif/Sosial
Short portable mental status Questionnaire ( SPMSQ )
Skore No Pertanyaan Jawaban
+ - 1 Tanggal berapa hari ini ? 02Juli 2018
+ 2 Hari apa sekarang ? Senin
+ 3 Apa nama tempat ini ? RumahSakitReksodiwiryo Padang
+ 4 Dimana alamat anda? TanjungBasung II, BatangAnai
+ 5 Berapa umur anda ? 62 tahun
+ 6 Kapan anda lahir ?
+ 7 Siapa presiden indonesia sekarang ? Jokowi
8 Siapa presiden sebelumnya?
SBY
9 Siapa nama kecil ibu anda ?
Mariani
10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semuanya secara menurun ? 20,16,12,8,4,0
Jumlah kesalahan total

Keterangan Hasil :
Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh
Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan
Salah 6 – 8 : Fungsi intelektual Kerusakan sedang
Salah 9 – 10 : Fungsi Intelektual kerusakan berat
Kesimpulan :
Padapemeriksaan Short Portable Mental Stats Question (SPMSQ), didapatkan status mental klienbaik. Klienmampumenjawabsemuapertanyaan yang penulistanyakankepadanya.

.
Program Therapi
Forbin 1x1 mg
Amlodipin 1x1 mg
Myeloticam 1x1 mg
Diagnose Keperawatan
Analisa Data
No Data Masalah Etiologi
1. Data Subjektif :
Klienmengatakankepalabelakangterasasakit
Klienmengatkannafasterasasesak
Klienmengatakanjantungnyaseringberdebar-debar
Klienmengatakanberkeringatdingin
Data Objektif :
Klientampaklemasdanlelah
Klientampakberkeringatdingin
TTV 
TD   : 170/90 mmHg
N     : 98 x/I
P      : 32 x permenit
Suarajantungberaturan
Ada bunyigallop Penurunancurahjantung Perubahan afterload
2. Data Subjektif :
Klienmengatakandadanyaterasasakit
Klienmengatakannyeribertambahjikaberubahposisi
Klienmengatakannyeriterasasepertiberdenyut-denyut
Klienmengatakannyerihilangtimbul
Data objektif :
Klientampakmemegang area dadanya
Wajahklientampakmeringis
Nyeridirasakansepertiberdenyut-denyutdidada
Skalanyeri 5
Kadang-kadangkliengelisahdanberkeringat
Nyeriakut Agenciderabiologis
3. Data subjektif :
Klienmengatakansulitberjalandandibantukeluarga
Klienmengatakanberjalandenganhati-hati
Data objektif :
Klientampakberjalandibantukeluarga
Klientampakberjalandenganhati-hati
Klien pasang oksigen 4 liter permenit

      TD  : 170/90 mmHg
      N    : 98 x permenit
      P     : 32 x permenit
      S    : 37 Celcius
Intoleransiaktivitas Ketidakseimbangansuplai O2

DaftarDiagnosaKeperawatan
Penurunancurahjantungberhubungandengan afterload
Nyeriakutberhubungandenganagenciderabiologis
Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan suplai oksigen



BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, menegakkan diagnose keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi maka pada BAB ini penulis akan membahas mengenai kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang ditemukan dalam perawatan kasus hipertensi pada Tn. A yang dirawat oleh penulis sejak tanggal 02-05 Juli 2018 di ruang IV Kenari RS Reksodiwiryo Padang, yang dapat diuraikan sebagai berikut :
Pengkajian 
Pada tahap pengkajian, menurut Syarif (2015) dalam buku “Asuhan Keperawatan Gerontik” yang mencakup aspek-aspek sebagai berikut : hipertensi, riwajat penyakit dan pemeriksaan diagnostic. Selain itu pada pengkajian juga dilakukan pemeriksaan fisik secara head to toe dari kepala sampai ekstremitas bawah.
Riwayat Kesehatan Dahulu
Setelah dilakukan pengkajian pada tanggal 02 Juli 2018 didapatkan riwayat kesehatan dahulu klien tidak pernah mengalami penyakit lainnya. Hanya klien mempunyai kebiasaan hidup buruk, seperti suka merokok, suka mengkonsumsi makanan yang mngandung lemak dan bersantan pada tahun 2005. Hal ini sesuai dengan teori dari Amin (2014)  yang menjelaskan bahwa penyebab dari hipertensi yaitu kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok, minum-minuman berakohol, memakan makanan berlemak tinggi dll.
Berdasarkan analisa penulis, hipertensi pada klien disebabkan karena perilaku hidup klien yang buruk, dan klien sering memakan makanan yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit hipertensi. Pada kasus ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus yang ditemukan.
Riwayat Kesehatan Sekarang
Setelah dilakukan pengkajian didapatkan pada riwayat kesehatan sekarang klien mengatakan jantung terasa berdebar-debar, nafas terasa sesak, klien juga mengeluh tidak bisa tidur, kepala terasa sakit dan mudah merasa lelah. Hal ini sesuai dengan teori dari Reni (2015), tanda dan gejala hipertensi yaitu jantung berdebar-debar, nafas terasa sesak, klien juga mengeluh tidak bisa tidur, kepala terasa sakit dan mudah merasa lelah.
Berdasarkan analisa penulis jantung berdebar-debar, sesak nafas, tidak bisa tidur, sakit kepala dan mudah lelah disebabkan karena hipertensi yang dialami oleh klien. karena keluhan-keluhan yang dirasakan klien merupakan tanda dan gejala dari hipertrensi. Pada kasus ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus.

Riwayat Kesehatan keluarga
Pada riwayat kesehatan keluarga penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus dimana penyakit hipertensi termasuk penyakit keturunan dan ada dari anggota keluarga yang mengalami penyakit yang sama dan merupakan penyakit degeneratif atau penyakit keturunan. Hal ini sesuai dengan teori dari Reni (2014) salah satu penyebab dari penyakit hipertensi adalah faktor genetik.
Menurut analisa penulis penyakit hipertensi pada Tn A disebabkan karena kebiasaan hidup klien yang buruk dan juga disebabkan karena faktor genetik karena orang tua laki-laki dan kakak laki-laki dari klien juga mengalami hipertensi seperti klien.
E.    Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik penulis menemukan terdapat kesamaan antara kasus dengan teori. Pada kasus ditemukan bentuk kepala simetris, wajah tidak oedema, konjungtiva tidak anemis, hidung simetris, adanya pergerakan dada pergerakan dada sesak dan cepat, biasanya dada simetris kiri dan kanan, pada palpasi vocal pemitus tidak sama kiri dan kanan, pada perkusi terdapat suara pekak, dan pada auskultasi terdengar suara bronchial, pada ekstremitas kiri dan kanan terdapat pembengkakan akibat berjalan atau berdiri terlalu lama, serta didapatkan tekanan darah 170/90 mmHg. .
Hal ini sesuai dengan teori dari Reni (2014) hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik (160 mmHg) dan tekanan darah diastolik (90 mmHg).  Pada klien hipertensi pergerakan dada pergerakan dada sesak dan cepat, biasanya dada simetris kiri dan kanan, pada palpasi vocal pemitus tidak sama kiri dan kanan, pada perkusi terdapat suara pekak, dan pada auskultasi terdengar suara bronchia.
Analisa penulis Tn.A sudah memasuki usia lanjut, dimana jantung mengalami penurunan fungsi sehingga terjadi peningkatn tekanan darah, dan adanya suara gallop pada jantung, serta ada sesak nafas.
F.    Pengkajian Khusus Lansia
Pada pengkajian indeks bartel pada kasus ditemukan bahwa klien mandiri dalam hal makan, kontinen, berpindah, kekamar kecil, berpakaian dan mandi. Hal ini sesuai dengan teori Sarif (2015) yang mengatakan biasanya kemandirian klien dalam semua aktivitas hidup. 
Menurut analisa penulis tidak terdapat kesenjangan antara kasus dan teori karena klien perlu bantuan keluarga seperti dari tidur ke duduk, dan berjalan ke kamar mandi.
Pada pengakajian short portabel mental status questionaire (SPMSQ) setelah ditanyakan pada klien didapatkan dengan penilaian yag baik dengan nilai jawaban yang benar semua. Hal ini sesuai dengan teori dari Sarif (2015) yang mengatakan bahwa didapatkan kesamaan pada penilaian SPMSQ biasanya klien berada pada fungsi intelektual yang baik. Menurut analisa penulis didalam penilaian SPMSQ klien dalam penilaian fungsi intelektual baik karena klien mampu mengingat sehingga klien mampu menjawab 10 pertanyaan dengan baik.
Pada penilaian inventaris depresi beek  yang meliputi kesedihan, pesimisme, rasa kegagalan, ketidakpuasan, rasa bersalah, tidak menyukai diri sendiri, membahayakan diri sendiri, menarik diri dari sosial, keragu-raguan, perubahan gambaran diri, kesulitan kerja, keletihan, anoreksia, didapatkan bahwa klien tidak memiliki gangguan pada inventaris depresi beek, hal ini menunjukan adanya persamaan dengan teori dari Sarif (2015) bahwa klien tidak mengalami persimisme seperti kesedihan, pesimisme, rasa kegagalan, ketidakpuasan, rasa bersalah, tidak menyukai diri sendiri, membahayakan diri sendiri, menarik diri dari sosial, keragu-raguan, perubahan gambaran diri, kesulitan kerja, keletihan, anoreksia.
B.    Diagnosa 
Pada perumusan diagnosa keperawatan yang muncul dalam  adalah :
Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan  
 peningkatan afterload, vasokonstriksi, hipertrofi/rigiditas ventrikuler, 
 iskemia miokard
Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler 
 Serebral
Resiko cidera berhubungan dengan disfungsi efektor.
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
Sedangkan pada kasus penulis mengangkat diagnosa keperawatan sebagai berikut :
1) Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload
2) Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis
3) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
Diagnosa pertama ini di angkat oleh penulis berdasarkan data pada saat melakukan pengkajian dengan alasan penulis menemukan keluhan yang dirasakan Tn.A sesuai diagnosa tersebut yaitu Tn.A mengatakan jantungnya terasa berdebar-debar, berkeringat dingin dan didapatkan pemeriksaan TD : 170/90 mmHg.
Dan diagnosa yang kedua pada kasus yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen cidera bilogis, diagnosa ini diangkat karena sesuai temuan panulis saat melakukan pengkajian penulis mendapatkan data bahwa Tn.A mengeluhkan kepala belakangnya terasa sakit, sakit dirasakan seperti berdenyut-denyut.
Diagnosa intoleransi aktivitas penulis temukan karena Tn.A tidak melakukan aktivitas sendiri, aktivitas Tn.A dibantu oleh keluarga.
Diagnosa resiko cidera berhubungan dengan disfungsi efektor tidak penulis temukan karena tidak ada data yang mendukung.
C.   Intervensi Keperawatan
Intervensi keperawatan merupakan landasan seorang perawat untuk melakukan implementasi keperawatan pada seorang klien, sehingga dengan melakukan intervensi yang akan dilakukan bai di dalam pelaksanaan implementasi keperawatan yang diberikan pada klien.
Pada teori Yuli, (2016) yang telah dibahas dalam studi kasus ini telah dituliskan mengenai intervensi keperawatan masing-masing diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan hipertensi sehingga dalam mengaplikasikan langsung pada Tn.A penulis tidak menemukan perbedaan dalam intervensi keperawatan tersebut, karena intervensi digunakan telah terdapat pada kajian BAB III studi kasus ini.
Intervensi yang telah direncanakan pada klien Tn.A sesuai dengan teori. Dan penulis tidak menemukan kesulitan dalam pembuatan intervensi keperawatan ini.  
D.   Implementasi Keperawatan
Dalam melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan hipertensi di RS Reksodiwiryo Padang, penulis tidak menemukan hambatan dalam pelaksanaanya, karena tindakan keperawatan yang diberikan dalam ruangan tersebut telah ada pada teori yang dibahas sebelumnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tindakan yang diberikan, serta disukung dengan alat-alat medis yang menunjang tindakan keperawatan yang baik maka penulis dapat menerapkan asuhan keperawatan pada klien hipertensi.
1. Penurunan curah jantung b/d afterload
Untuk diagnosa diatas, penulis melakukan semua rencana keperawatan yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga didalam penerapan implementasi yang berlandasan pada intervensi keperawtan dapat dilakukan keseluruhannya. Implementasi yang dilakukan yaitu mengurangi kecemasan dengan memberikan informasi yang akurat, monitor tekanan darah, denyut jantung, irama, dan denyut nadi. Pastikan aktivitas pasien yang tidak membahayakan curah jantung, monitor intoleransi aktivitas pasien. 
1.  Nyeri akut b/d agen cidera biologis
Untuk diagnosa diatas, penulis dapat melakukan semua rencana keperawatan yang telah direncanakan. Implementasinya yaitu melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi. Pada 9 intervensi klien tidak ada mengalami kesulitan dan dapat dilakukan 7 intervenssi. Klien mengatakan nyeri sudah mulai berkurng.
1. Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplai O2.
Untuk diagnosa diatas, penulis melakukan semua rencana keperawatan yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga didalam penerapan implementasi yang berlandasan pada intervensi keperawatan dapat dilakukan seluruhnya. Implementasi yang dilakukan yaitu mengkaji dan membantu klien untuk beraktifitas secara mandiri. Dari 7 intervensi keperawatan yang telah direncanakan penulis dapat melakukan 6 intervensi. Klien mengatakan semua aktivitas sudah mulai dilalukan.
E.    Evaluasi 
Berdasarkan penilaian yang dilakukan, pada dasarnya semua tujuan belum tercapai secara maksimal. Untuk mencapai tujuan rencana keperwatan tersebut tampaknya membutuhkan waktu yang bertahap dari rencana yang dilakukan.
1.   Penurunan curah jantung b/d afterload
Untuk diagnosa diatas penulis melakukan asuhan keperawatan selama 4 hari mulai dari tanggal 02-05 Juli 2018. dari catatan perkembangan pada Tn.A masalah penurunan curah jantung b/d afterload dapat teratasi sebagian.
1.   Nyeri akut b/d agen cidera biologis
Untuk diagnosa diatas penulis melakukan asuhan keperawatan selama 4 hari mulai dari tanggal 02-05 Juli 2018. dari catatan perkembangan pada Tn.A nyeri sudah teratasi sebagian.
1.   Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplai O2
Untuk diagnosa diatas penulis melakukan asuhan keperawatan selama 4 hari mulai dari tanggal 02-05 Juli 2018. dari catatan perkembangan pada Tn.A klien sudah mampu memodifikasi lingkungan sendiri senyaman mungkin.



BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan 
Pada pengkajian penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus yaitu pada manifestasi klinis teori dinyatakan bahwa klien dengan hipertensi memiliki tanda dan gejala seperti nyeri kepala, penglihatan kabur, lemas, kelelahan, gelisah, mual, dan muntah. Pada klien juga ditemukan gejala-gejala tersebut.
1. Diagnosa Keperawatan
Dalam diagnosa keperawatan ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Dimana semua diagnosa yang mungkin muncul di teori ternyata tidak ditemukan saat penulis melakukan pengkajian. 
1. Intervensi keperawatan 
Pada perencanaan yng menjadi rencana tindakan utama adalah diagnosa keperawatan resiko penurunan curah jantung b/d afterload, karena itu merupakan titik fokus penulis dan merupakan masalah utama pada perencanaan yang dibuat sesuai dengan teori sehingga tidak terjadi kesenjangan antara teori dan kasus.
1. Implementasi keperawatan
Pada tahap implementasi yang dilakukan telas sesuai dengan teori yang dikemukakan. Penulis menemukan bahwa didalam kasus intervensi tersebut baik untuk diterapkan dan penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Penulis juga tidak menemukan faktor penghambat pada saat melakukan tindakan keperawatan ini. Karena klien mau bekerja sama dalam upaya penyembuhan klien dan itu merupakan faktor pendukung yang ditemui penulis saat melakukan asuhan keperawatan.
1. Evaluasi keperawatan
Dari ketiga diagnosa yang diprioritaskan tersebut sementara ada dilakukan sesuai dengan kondisi klien dan dilakukan setiap hari mulai dari sanin sampai kamis, klien bisa secara mandiri melakukan semua aktifitas serta masalah kesehatan klien bisa sedikit teratasi.
B.   Saran
1.   Bagi Tenaga Perawat
Hendaknya melakukan asuhan keperawatan yang komprehensif kepada klien dengan hipertensi. Baik itu dengan cara berkelanjutan, serta pendokumentasikan yang lebih objektif lagi terhadap klien dengan hipertensi



1.   Bagi RS Reksodiwiryo Padang
Agar dalam memberikan pelayanan kepada klien umumnya dan kepada klien dengan hipertensi khususnya RS Reksodiwiryo Padang dapat mengoptimalkan penerapan proses keperawatan dilapangan yang didukung dengan fasilitas-fasilitas yang memadai untuk pemeriksaan penunjang.

No comments:

Post a Comment

Entri yang di Unggulkan

Manfaat mangga

Manfaat Buah Mangga bagi Kesehatan Berikut ini beberapa manfaat mangga yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan Anda. ...