Friday, 31 May 2019

Bahaya menggunakan ac

5 Bahaya AC untuk Kesehatan

1. Meningkatkan Risiko Gangguan Saraf Wajah

Pernah mendengar seseorang mengalami kelumpuhan wajah akibat saat tidur wajahnya terus menerus terpapar udara dingin dari AC? Kasus tersebut memang pernah terjadi, meskipun hanya sebagian orang yang mengalaminya.

Kelumpuhan wajah sebenarnya bukan karena udara dingin AC, melainkan infeksi virus dari udara yang dikeluarkan dari AC yang kotor. Gejala dari penyakit yang memiliki nama lain Bell’s Palsy ini antara lain adalah mulut miring, bicara pelo, fungsi pengecapan berkurang, dan mata terasa pedit saat terkena air.

2. Leher Kaku dan Pegal

Leher tengeng biasanya disebabkan karena posisi tidur yang salah. Gejalanya adalah leher akan terasa sakit jika dipakai untuk menengok ke kiri atau kanan. Namun, kasus ini tidak semata-mata disebabkan karena posisi tidur yang salah saja, tapi juga karena AC di kamar Anda.

Bahaya AC yang paling sering dirasakan oleh sebagian orang adalah leher menjadi kaku, pegal, dan sakit bila digerakkan. Hal ini disebabkan karena udara dingin dari AC menyebabkan urat saraf dan pembuluh darah di sekitar leher menjadi kaku dan pegal saat bangun tidur.

3. Sakit Kepala

Dari bayi sampai orang dewasa dapat mengalami sakit kepala jika suhu udara yang dihembuskan AC terlalu dingin. Penggunaan AC dengan suhu di bawah 26 derajat celcius dapat menyebabkan penyumbatan ringan di aliran darah menuju ke kepala.

Akibatnya, Anda akan terbangun dengan kepala yang sakit (pening) di pagi hari. Pada bayi, mereka akan terus menerus rewel karena merasa sakit kepala tapi tak bisa mengungkapkannya.

Baca selanjutnya di https://freespinwins.com/MRm2

Bahaya menggunakan kipas angin

Fakta Bahaya Tidur dengan Kipas Angin

Udara yang panas membuat banyak orang tidur sambil menyalakan kipas angin. Namun, ada yang beranggapan jika hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan. Mari simak penjelasan berikut ini mengenai bahaya tidur dengan kipas angin.

Di Indonesia, banyak orang yang mengira bahwa tidur dengan menyalakan kipas angin berisiko menyebabkan kematian. Ada juga yang bilang jika kipas angin membuat keringat tidak bisa keluar dan mengendap di dalam tubuh.
Namun, benarkah hal tersebut memang terjadi? Apakah berbahaya jika kita tidur dengan kipas angin yang menyala? Yuk, kita ulas beberapa mitos seputar bahaya tidur dengan kipas angin di bawah ini.
Fakta Penggunaan Kipas Angin
Tidur dengan kipas angin yang menyala disebut-sebut terkait dengan masalah kesehatan tertentu, seperti:
Alergi dan asma
Tidur dengan kipas angin yang kotor memang bisa menyebabkan kekambuhan asma dan alergi.Debu dan kotoran yang menempel di kipas angin akan berterbangan di dalam ruangan, kemudian terhirup oleh tubuh, sehingga menyebabkan munculnya gejala asma dan alergi. Oleh karena itu, ingatlah untuk rutin membersihkan kipas angin setiap bulan.
Hipertermia
adalah kondisi di mana suhu tubuh sangat tinggi, yaitu di atas 40°C. Pada kondisi ini, mekanisme di dalam tubuh gagal untuk mendinginkan suhu badan.
Saat berada di lingkungan yang hangat atau sedikit panas, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat. sehingga suhu badan tetap normal. Tetapi jika suhu udara sangat panas, mekanisme tubuh tersebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Akibatnya, suhu tubuh akan naik dan terjadi hipertermia. Jika tidak segera mendapat pertolongan, hipertermia dapat menyebabkan dehidrasihingga kematian.
Ada yang bilang bahwa kipas angin dapat memicu hipertermia. Namun faktanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan hipertermia. Menyalakan kipas angin justru menjadi cara yang paling mudah dan murah untuk mendinginkan tubuh ketika...

Baca selanjutnya di https://freespinwins.com/CS5J

Bahaya menggunakan softlens

Waspadalah, Bahaya Softlens Terus Mengintai


Tidak jarang softlens menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki masalah dengan penglihatanDi samping itu, softlens yang dapat mengubah warna mata, juga dapat digunakan untuk menunjang penampilan.Padahal, di balik keindahan yang diberikannya, ada bahaya softlens yang perlu Anda hindari.


Softlens atau lensa kontak sebenarnya adalah silikon atau plastik kecil berbentuk bulat dan cekung, digunakan untuk memperbaiki ketajaman penglihatan. Softlens dapat digunakan untuk rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisme. Meski tak jarang pula orang menggunakan softlens hanya untuk alasan estetika. Untuk menggunaan softlens, diletakkan langsung pada bola mata.

Kenali Dulu Bahaya Softlens

Meski softlens dapat memberikan tampilan mata yang menarik dengan instan, sebagian orang dapat mengalami kesulitan dalam menggunakan softlens. Mulai dari sulit mendapatkan softlens yang cocok, hingga tidak bisa menggunakannya dengan baik. Beberapa bahaya softlens yang dapat terjadi, antara lain:

Reaksi alergi terhadap softlens.


Penglihatan kabur.


Rasa terbakar, gatal, menyengat, atau sakit di mata.


Sensivitas terhadap cahaya.


Mata merah.


Peradangan pada mata.


Pembengkakan yang diikuti rasa sakit.


Dalam kondisi yang serius, bahaya softlens bisa juga mengakibatkan kebutaan jika tidak diobati segera mungkin. Maka dari itu, disarankan untuk berhenti memakai softlens jika Anda merasakan beberapa gejala, seperti munculnya air mata berlebih, mata terasa tidak nyaman, atau timbulnya kotoran mata.

Trik Aman Tampil Menarik dengan Softlens

Terlepas dari bahaya softlens di atas, penggunaan softlens juga bisa dilakukan dengan aman. Asalkan, Anda benar-benar ingat dan mengikuti beberapa cara di bawah ini:

Ikuti instruksi pada kemasan
Softlens memiliki jenis yang berbeda-beda. Sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan dengan baik instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan. Selain instruksi yang tertera, ikuti juga petunjuk yang diberikan oleh dokter.


Jaga kebersihan softlens 
Kebersihan softlens adalah kunci utama agar tidak mengalami risiko yang terjadi. Disarankan untuk membersihkan softlens dengan larutan khusus softlens sesuai instruksi penggunaan maupun petunjuk dokter, rutin melakukan pemeriksaan softlens, hindari memakai softlens saat mandi dan berenang, serta hindari menggunakan softlens yang sudah rusak.


Hindari menggunakan softlens saat tidur
Demi keamanan, kesehatan, dan kenyamanan mata, hindari menggunakan softlens saat tidur. Penting sekali untuk melepasnya sebelum tidur. Penggunaan softlens saat tidur dapat meningkatkan risiko munculnya keratitis, yaitu peradangan yang terjadi pada kornea. Pada tingkat tertentu, keratitis ini dapat menyebabkan kebutaan.


Rajin membersihkan tempat penyimpanan softlens
Tidak hanya rutin mengganti larutan untuk softlens, penting memerhatikan kebersihan tempat penyimpanan. Setiap hari setelah penggunaan, bilas tempat penyimpanan softlens, kemudian keringkan dengan membiarkannya terbuka. Setiap satu minggu sekali, cuci bersih tempat penyimpan dengan menggunakan larutan untuk softlens dan gosok secara perlahan. Selain dibilas dan dicuci, ganti juga tempat penyimpanan dengan yang baru tiap sebulan sekali.


Selain beberapa hal di atas, ingat juga untuk selalu menjaga kebersihan tangan saat akan menyentuh softlens. Meski terlihat bersih, bukan berarti tangan kamu bebas dari bakteri. Ingat, bakteri itu sangat kecil dan tidak bisa terlihat oleh mata telanjang.

Meski ragam warna softlens mulai dari cokelat biru, hijau, atau bahkan abu-abu bisa membuat Anda tergoda, namun Anda tetap harus waspada dengan berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan softlens jika tidak menggunakannya dengan berhati-hati. Disarankan memilih softlens sesuai dengan rekomendasi dokter mata, serta memerhatikan cara penggunaan dan perawatan softlens yang dianjurkan.

Bahaya menghisap vape tau rokok elektrik

Apa itu vape?


Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.


Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.


Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.


Apa yang terkandung dalam rokok elektrik (vape)?


Dalam cairan rokok elektrik mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.


Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu.


Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.


Penambah rasa, seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan, dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.


Komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah.


Jenis-jenis rokok vape


Rokok vape pada dasarnya memiliki banyak jenis. Anda dapat menemukan rokok elektrik ini dengan berbagai bentuk dan ukuran. Berikut ini jenis-jenis rokok elektrik yang harus Anda ketahui.


1. Jenis pen


Seperti namanya, rokok elektrik satu ini berbentuk seperti pulpen dan merupakan vape terkecil dibanding dengan jenis vape lainnya. Cara kerja vape jenis ini pada dasarnya sama dengan jenis lainnya, yaitu dengan memanaskan cairan vape agar dapat menghasilkan uap. Ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vape jenis pen, yaitu:


Atomizer. Ini adalah elemen pemanas untuk memanaskan cairan vape yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya. Pasalnya, hal tersebut membuat rasa vape jadi tidak enak lagi. Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan.


Cartomizer. Ini adalah kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturan ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas.


Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 V, tapi ada juga baterai yang bisa diatur tegangannya.


Baterai ini bisa mempunyai kekuatan sampai 1300 mAh. Hati-hati dengan baterai vape karena bisa meledak dan membahayakan Anda. Hindari alat ini dari jangkauan anak-anak.


2. Jenis portable


Vaporizer jenis ini bentuknya lebih besar dibanding dengan vaporizer jenis pen. Meski begitu, vaporizer portable masih bisa dimasukkan ke kantung Anda. Tidak jauh berbeda dengan vaporizer pen, vaporizer jenis ini juga mempunyai komponen elemen pemanas dan baterai.


Namun pada vaporizer portable, cairan vape tidak kontak langsung dengan elemen pemanas, sehingga menghasilkan rasa yang lebih baik dan asap yang lebih sedikit. Sementara daya tahan baterai vaporizer portable biasanya kuat bertahan 2-3 jam atau bahkan lebih.


3. Jenis desktop


Di antara jenis vaporizer yang sudah disebutkan di atas, vaporizer desktop adalah yang terbesar. Ya, rokok elektrik satu ini memiliki bentuk yang besar dan tidak dapat dibawa ke mana-mana. Anda hanya menggunakannya di rumah atau di satu tempat. Selain itu, vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik.


Nah, karena mendapatkan pasokan energi yang stabil, hal ini membuat vaporizer desktop menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada jenis vaporizer lainnya.


Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas. Namun, hati-hati semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.


Pada dasarnya, seberapa banyak uap yang bisa dihasilkan dari alat vape tergantung dari daya baterai, seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas), dan komposisi dalam cairan vape (semakin tinggi kadar vegetable glycerin, semakin banyak uap yang bisa dihasilkan). Namun, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.


Ingat, cairan vape pastinya mengandung nikotin. Selain itu, juga mengandung bahan dasar dan perasa. Bahan dasar ini terdiri dari propylene glycol dan vegetable glycerin yang kadarnya bervariasi.


Propylene glycol lebih cair dan berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan mempunyai rasa lebih manis. Namun, kedua bahan dasar tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami reaksi alergi.


Apakah bahaya vape sama dengan rokok tembakau?


Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Tetapi kandungan bahan berbahaya ini dapat bervariasi.


Penelitian menemukan bahwa sel-sel endotel di arteri jantung menunjukkan respon stres yang jelas ketika terpapar asap rokok tembakau, tetapi tidak untuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahaya dari rokok elektrik lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Para ahli masih memperdebatkan apakah rokok elektrik lebih baik atau lebih buruk dari rokok tembakau.


Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Ketika Anda berhenti menggunakannya, Anda akan merasa ingin selalu memakainya lagi, dan dapat menimbulkan perasaan mudah marah, depresi, gelisah, dan cemas. Hal ini berbahaya bagi orang yang menderita penyakit jantung.


Tetap saja, menggunakan rokok elektrik tidak membuat tubuh Anda aman dari bahaya kesehatan yang ditimbulkannya. Menggunakan rokok elektrik maupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


Pada dasarnya, satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan Anda adalah dengan berhenti merokok, jenis rokok apapun itu. Merokok satu kali saja dalam sehari bahkan dapat membahayakan kesehatan Anda. Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya mungkin ada. Dampak kesehatan dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan.


Bahaya menggunakan vpn

Pemerintah melakukan pembatasan media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran berita hoax yang sedang panas. Namun, justru masyarakat pada beralih ke VPN agar dapat mengakses internet melalui server negara lain.

Tapi tahukah kamu, ternyata penggunaan VPN ini dapat merugikan, lho. Apa saja? Berikut ini 7 dampak berbahaya dari VPN yang wajib kamu ketahui.

1. Pencurian data


Ketika terhubung dengan VPN, maka setiap kegiatan lalu lintas dan data kamu akan direkam oleh penyedia jasa VPN tersebut. Data-data itu nantinya akan dimanfaatkan untuk dijual, dibajak, dan melakukan hal-hal jahat lainnya.

2. Penipuan

Apakah kamu pernah dapat SMS dari orang yang tak dikenal yang menawarkan hadiah atau uang? Kira-kira dari mana mereka mempunyai nomor kamu? Yup, itu karena identitas kamu sudah dicuri dari data VPN.


3. Rawan terkena pembajakan

Saat menggunakan VPN gratis, maka jalur lalu lintas internet kamu akan kurang diketahui keamanannya. Akibatnya, kamu sangat mudah diserang oleh para hacker jahat yang ingin mengambil data penting. Bahkan ketika kamu melakukan transaksi mobile atau bermain game, maka hacker akan mengetahui password dan akun kamu.

4. Bikin perangkat lemot
Keamanan jaringan VPN ini tergolong kurang baik. Oleh sebab itu, perangkat komputer atau smartphone kamu akan mudah disusupi dengan aplikasi dan program yang aneh. Karena itulah, kinerja smartphone atau laptop kamu akan menjadi..

Baca selanjutnya di https://freespinwins.com/HpLUdlds

Bahaya terlalu sering menggunakan handphone

Dampak Negatif Menggunakan Smartphone

1. Penglihatan terganggu

Dengan berlama-lama melihat layar smartphone bisa mengakibatkan penglihatan kita terganggu. Dalam dunia kedokteran gangguan penglihatan ini disebut Computer Vision Syndrome (CVS) dengan gejala mata kering karena jarang berkedip. Untuk mencegahnya, kurangi durasi memandangi layar smartphone, hindari menggunakan smartphone di tempat gelap yang memicu otot dan syaraf mata bekerja lebih berat, atau tidak menggunakan smartphone dalam posisi miring atau sambil tiduran.

2. Pandangan Kabur

Lama memandangi layar smartphone membuat otot mata menjadi tegang. Otot mata yang tegang biasanya tidak mampu fokus dengan cepat pada jarak yang berbeda. Kondisi ini biasa disebut Blurry Vision. Mengatasinya, jika kamu habis memandangi layar smartphone yang cukup lama, pejamkan mata terlebih dahulu sebelum sekitar 10 detik sebelum memandang ke arah yang berbeda.

3. Sakit Kepala

Akibat posisi leher yang salah dan otot mata yang tegang karena sering melihat layar smartphone bisa juga menimbulkan sakit kepala. Selain itu, kemungkinan terburuknya dapat mengakibatkan rabun jauh. Untuk meminimalisir kemungkinan buruk tersebut bisa dengan istirahat yang cukup, kurangi melihat layar smartphone dalam waktu lama, usahakan jarak mata terhadap smartphone tidak terlalu dekat (kurang dari 20 cm).

4. Kelainan Postur Tubuh

Menggunakan smartphone berlama-lama dengan posisi badan tidak benar dapat mengakibatkan kelainan postur tubuh. Misalnya menggunakan smartphone sembari duduk dengan posisi tulang belakang terlalu membungkuk ke depan. Kelainan postur tubuh atau penyakit degeneratif ini biasanya banyak ditemui pada usia lanjut, sekitar 40 hingga 50 tahun ke atas.

5. Gangguan Pendengaran

Selain digunakan untuk bermain game, browsing, atau media sosial, smartphone juga digunakan untuk memutar musik dengan earphone. Mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume speaker terlalu tinggi bisa mengakibatkan pendengaran terganggu. Mendengarkan musik dengan volume kencang biasanya dilakukan saat mengendarai motor atau di tempat keramaian.

Baca selanjutnya di https://freespinwins.com/KvCK

Bahaya memainkan hp dengan mencas

Banyak orang sudah tahu tentang bahaya memainkan hp saat sedang dicas. Namun, banyak di antara mereka yang masih mengabaikan bahaya ini. Mungkin mereka tengah berada dalam keadaan sangat penting sehingga harus mengunakan handphone terus menerus.

Tentu bukan berarti ketika handphone dicas harus juga digunakan. Karena ternyata handphone yang sedang dicas memiliki bahaya bagi diri maupun orang lain. Berikut beberapa bahaya dari handphone yang sedang dicas:

1. Terjadi ledakan

Ketika handphone sedang diamainkan pada saat dicas dan saat itu juga listrik sedang ada gangguan, maka bisa saja listrik itu menjalar kekabel handphone dan masuk ke handphone sehingga handphone menjadi rusak.

2. Handphone menjadi rusak

Akibat dipakai selagi dicas, handphone menjadi cepat rusak karena daya pada handphone menjadi semakin merendah sehingga berkurang fungsinya.

3. Mengurangi daya baterai

Baterai pada handphone juga memiliki waktu untuk istirahat, dan waktu istirahat itu adalah ketika dicharge. Seperti halnya manusia, ia membutuhkan istirahat, sehingga akan vit lagi, bukan saat istirahat diganggu. Hal ini akan mengurangi konsentrasi dan daya seseorang pula, begitu pula dengan baterai.

Baca selanjutnya di https://freespinwins.com/Nhoyh

Entri yang di Unggulkan

Manfaat mangga

Manfaat Buah Mangga bagi Kesehatan Berikut ini beberapa manfaat mangga yang luar biasa untuk kesehatan dan kecantikan Anda. ...